Category Archives: chemistry

All about chemistry

Media Pembelajaran Kimia SWF

Standard

Jenis-jenis dan Sifat-sifat Garam

🙂

🙂
🙂
🙂
🙂
🙂
🙂
🙂
🙂
🙂
🙂
🙂
🙂
🙂
🙂
🙂
🙂

Kumpulan Modul Kimia SMA dan SMK

Standard

Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. Sebuah modul akan bermakna kalau peserta didik dapat dengan mudah menggunakannya. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik lainnya.  Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan dicapai oleh peserta didik, disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik, menarik, dilengkapi dengan ilustrasi. Di bawah ini terdapat beberapa modul kimia mulai dari Kelas X sampai Kelas XII yang dapat Anda download dengan cara meng-klik judul modul tersebut. Mudah-mudahan berguna!

Kelas X

1. Pengenalan Ilmu Kimia

2. Memahami Kimia

3. Materi dan Perubahannya

4. Lambang Unsur dan Persamaan Reaksi

5. Tata Nama Senyawa

6. Hukum Dasar dan Perhitungan Kimia

7. Ikatan Kimia

8. Ikatan Kimia 2

9. Hidrokarbon dan Minyak Bumi

10. Modul Kimia Semester 1

Kelas XI

1. Ikatan Kimia

2. Teori Domain dan Gaya Antar Molekul

3. Termokimia

4. Termodinamika

5. Laju Reaksi

6. Laju Reaksi 2

7. Kinetika Kimia

8. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

9. Kesetimbangan Kimia

10. Kesetimbangan Kimia 2

11. Reaksi Kesetimbangan

12. Larutan

13. Larutan Asam Basa

14. Larutan Asam Basa 2

15. Ksp

16. Titrasi

Kelas XII

1. Elektrokimia

2. Reaksi Oksidasi Reduksi

3. Reaksi Oksidasi Reduksi 2

4. Redoks dan Elektrokimia

5. Kimia Unsur

6. Analisis Kation Anion

7. Senyawa Karbon

8. Polimer

Lain-Lain

1. Cara Menata Alat dan Bahan Laboratorium Kimia

2. Penataan Alat dan Bahan Kimia

3. Kimia IPA

4. Modul Sertifikasi Guru Kimia

5. Kimia Lingkungan

6. Rumus Lengkap Kimia Kelas X

7. TGS Modul Instrumen

Sifat dan Perubahan Materi

Standard

Apakah materi itu?
Materi adalah segala sesuatu yang mempunyai masa dan menempati ruang.
Contoh : manusia, hewan, air, batu dll.

Bagaimana Wujud Materi?
Materi dapat berwujud:
1.Padat
2.Cair
3.Gas

Bagaimana sifat dan ciri wujud materi diatas?
Sifat-Sifat Materi :
1.Sifat Ekstensif
2.Sifat Intensif
3.Sifat Fisika
4.Sifat Kimia

Apa saja macam Perubahan Materi?
1.Perubahan Kimia yaitu perubahan yang bersifat kekal
2.Perubahan Fisika
Rangkuman lengkap klik DISINI bersulang

Alat Ukur Suhu

Standard

Suhu adalah ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda.

Pengukuran suhu dilakukan dengan termometer untuk memperoleh hasil yang tepat.
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu benda dengan tepat dan dinyatakan dengan angka.

Keuntungan termometer air raksa :
1. Tidak membasahi dinding pipa kapiler sehingga pengukuran lebih teliti.
2. Mudah dilihat karena mengkilat.

Jenis-Jenis Termometer
1. Termometer zat cair dalam gelas

Perbandingan Skala Termometer

1. Termometer Celcius

  • Dibuat oleh Anders Celcius dari Swedia (1701 – 1744)
Ringkasan lengkap silakan download DISINI

Klasifikasi Materi

Standard

Para ilmuwan mengklasifikasikan materi menjadi dua kelompok yaitu :

  1. zat tunggal (unsur dan senyawa)
  2. campuran

UNSUR
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain dengan rekasi kimia biasa.
Di alam terdapat 92 jenis unsur alami dan sisanya unsur buatan. Jumlah keseluruhan di alam kira-kira terdapat 106 unsur.
Unsur dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu :

  1. Unsur logam
  2. Unsur non Logam
  3. Unsur Semi Logam

SENYAWA
Senyawa adalah gabungan  dari beberapa unsur yang terbentuk melalui rekasi kimia.

CAMPURAN
Campuran adalah gabungan beberapa zat dengan perbandingan tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia.

Unduh Rangkumannya DISINI

Kumpulan Bahan Ajar Power Point Kimia SMA

Standard

Power Point, hampir semua orang pasti tidak asing lagi dengan istilah power point. Ya, suatu program dari Microsoft Office yang digunakan untuk mempresentasikan ide, materi kuliah, dan presentasi yang lain. Apakah fungsi power point hanya memberikan urutan presentasi dari halaman perhalaman saja? Ternyata tidak. Power point dapat digunakan secara interaktif untuk membuat audience atau siswa  kita lebih berkesan terhadap presentasi yang kita buat. Dengan memasukkan berbagai jenis button dan hyperlink maka presentasi menjadi jauh lebih baik, apalagi kalau digabungkan dengan multimedia dengan menambahkan sound atau suara baik dengan lagu atau suara presentasi. Sesuai dengan namanya, jadi seharusnya slide yang kita buat haruslah berisi point-point dari bahan presentasi. Namun kebanyakan para pengguna seperti memindahkan isi buku ke dalam slide. Begitu juga dengan guru di sekolah, karena alasan kesibukan tidak sempat untuk membuat bahan ajar PPT ini. Oleh karena itu, maka di bawah ini terdapat banyak file dari power point yang dapat digunakan langsung oleh guru kimia di dalam pembelajarannya. Semoga bermanfaat!

Kelas X

1. Struktur Atom

2. Sistem Periodik

3. Ikatan Kimia

4. Hukum-Hukum Dasar Kimia

5. Stoikiometri (Flash)

6. Larutan Elektrolit

7. Redoks

8. Hidrokarbon

9. Minyak Bumi

Kelas XI

1. Ikatan Kimia

2. Bentuk Molekul

3. Termokimia

4. Laju Reaksi

5. Kesetimbangan Kimia

6. Larutan Asam Basa

7. Larutan Penyangga

8. Hidrolisis

9. Ksp

10. Sistem Koloid

Kelas XII

1. Sifat Koligatif

2. Elektrokimia

3. Golongan IA, IIA, & IIIA

4. Golongan Transisi

5. Radioaktif

6. Senyawa Karbon

7. Benzena

8. Polimer

9. Karbohidrat

10. Protein

11. Lemak

Materi Kimia SMA

Standard

Berikut adalah materi yang dipelajari pada pembelajaran kimia tingkat SMA :

Kelas X :

Semester Gasal

  1. Struktur Atom
  2. Sistem Periodik Unsur
  3. Ikatan Kimia
  4. Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi
  5. Hukum Dasar Kimia dan Konsep Mol

Semester Genap

  1. Stoikiometri
  2. Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
  3. Reaksi Reduksi dan Oksidasi
  4. Hidrokarbon

Kelas XI :

Semester Gasal :

  1. Struktur Atom, Sistem Periodik, dan Ikatan Kimia
  2. Termokimia
  3. Laju Reaksi
  4. Kesetimbangan Kimia

Semester Genap :

  1. Larutan Asam dan Basa
  2. Stoikiometri dan Titrasi Asam Basa
  3. Larutan Penyangga
  4. Hidrolisis Larutan
  5. Kelarutan dan Tetapan Hasil Kali Kelarutan
  6. Koloid

Kelas XII :

Semester gasal :

  1. Sifat Koligatif Larutan
  2. Reaksi Redoks dan Elektrokimia
  3. Kimia Unsur

Semester Genap :

  1. Senyawa Turunan Alkana
  2. Benzena dan Senyawa Turunannya
  3. Makromolekul (polimer)
  4. Biomolekul

Silahkan klik di sini untuk download Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pembelajaran kimia tingkat SMA/MA.

Pereaksi Pembatas (Hitungan Kimia)

Standard

Sesuai namanya, pereaksi pembatas adalah zat (pereaksi) yang membatasi jumlah produk yang dihasilkan pada suatu reaksi.  Dikatakan membatasi jumlah produk yang dihasilkan karena zat tersebut telah habis terlebih dahulu selagi zat yang lain masih ada, padahal keberadaannya sangat diperlukan untuk reaksi selanjutnya (menghasilkan produk).   Jadi, pereaksi pembatas adalah pereaksi yang habis terlebih dahulu (pertama kali).

Pereaksi pembatas dapat ditentukan dengan cara membagi jumlah mol setiap pereaksi masing-masing dengan koefisien reaksinya (= kuosien reaksi, Q).  Tentu saja dari reaksi yang sudah setara.  Pereaksi dengan kuosien reaksi terkecil merupakan pereaksi pembatas. Dengan demikian kalau tersedia beberapa zat pereaksi dengan jumlahnya masing-masing, kita dapat meramalkan zat pereaksi apa yang nantinya habis terlebih dahulu atau zat apa yang tersisa.

Untuk perhitungan selanjutnya, jumlah (mol) pereaksi pembatas dipakai sebagai pembanding/ standarnya.  Baik jumlah produk ataupun zat lain yang bereaksi.

Contoh : Sebanyak 6,5 gram logam Zn (Ar Zn = 65) direaksikan dengan 1000 mL larutan HCl 0,16 M.  Tentukan jumlah zat yang tersisa dan volume gas H2 yang dihasilkan (STP).  Reaksi yang terjadi :

Zn (s)  +  2HCl (aq)  –>  ZnCl2 (aq)  +  H2 (g)

Jawab :

Mol Zn = 6,5/65 = 0,1 mol (koefisien reaksi = 1)

Q Zn = 0,1/1 = 0,1

Mol HCl = 1000 x 0,16 = 160 mmol = 0,16 mol (koefisien reaksi = 2)

Q HCl = 0,16/2 = 0,08

Ternyata Q HCl < Q Zn, sehingga HCl merupakan pereaksi pembatas (pereaksi yang habis lebih dulu).

.                   Zn (s)       +       2HCl (aq)  —>       ZnCl2 (aq)  +       H2 (g)

Mula2        0,1                      0,16                          –                              –

Reaksi      -0,08                  -0,16                         +0,08                    +0,08

______________________________________________________ +

Akhir        0,02 mol           0                                0,08 mol              0,08 mol

Zat yang tersisa Zn = 0,02 mol

= (0,02 x 65) gram

= 1,30 gram

Gas H2 yang dihasilkan = 0,08 x 22,4 L

= 1,72 L

Baik, demikian sedikit pembahasan tentang pereaksi pembatas. Semoga bermanfaat.

Link ke salah satu artikel sejenis.

Membuat Rumus Lewis

Standard

Memuat/menuliskan rumus Lewis adalah gampang-gampang susah.  Gampang kalau udah tau caranya, tetapi terkadang susah kalau pas ketemu dengan senyawa yang agak kompleks rumusnya.  Asal tahu jumlah elektron dari masing-masing unsur.  Pada dasarnya adalah dengan kira-kira (coba-coba).  Untuk senyawa-senyawa sederhana ini cukup mudah.

Untuk senyawa-senyawa yang agak kompleks, atau yang mengandung ikatan rangkap, atau ikatan koordinat konjugasi atau bahkan ion terkadang menjadi hal yang cukup membuat pusing.  Berikut ada satu cara yang dapat dipakai :
– Hitung jumlah semua elektron yang dimiliki semua atom dalam senyawa
– Tulis kerangka dasar senyawa yang kira-kira masuk akal (atom pusat biasanya yang kekurangan elektronnya paling banyak)
– Berikan masing-masing sepasang elektron untuk setiap ikatan
– Sisa elektron dibagikan kepada semua atom pinggir agar mencapai oktet
– Bila elektron masih tersisa maka diberikan kepada atom pusat
– Tarik satu atau lebih pasangan elektron untuk membuat ikatan rangkap, sehingga atom pusat juga mencapai oktet.

Contoh :  SO3  (atom S punya 6 e valensi, atom O juga punya 6 e valensi)

– Jumlah total elektron (6+3×6) = 24 elektron
– Kerangka dasar molekul : atom S di tengah dikelilingi 3 atom O
– Berikan 3 pasang (6 elektron) untuk 3 ikatan S-O  ————————elektron tersisa 18
– Berikan masing-masing 3 pasang elektron kepada 3 atom O sehingga mencapai oktet —- tak ada elektron tersisa
– Atom S belum oktet, maka tarik sepasang elektron bebas dari O ke atom S membentuk ikatan rangkap
– Selesai, semua atom sudah oktet.  Dua ikatan tunggal, satu ikatan rangkap.

Demikian, semoga berguna.  Ba bay…

Radioaktifitas

Standard

Radioaktifitas ternyata terjadi karena adanya ketidakstabilan inti.  Radioaktifitas sendiri merupakan peristiwa pemancaran radiasi partikel atau energi secara spontan.  Partikel yang dipancarkan oleh oleh zat radioaktif dapat berupa partikel alfa, netron, beta, beta positif ataupun gama . Jenis partikel apa yang dipancarkan oleh suatu inti radioaktif dapat diperkirakan berdasarkan komposisi netron-proton (n/p) dalam inti.  Hal ini dapat dipahami dengan baik dengan mencermati peta radioisotop berikut ini.

Daerah berwarna yang berbentuk pita tersebut berisi data n/p dari inti-inti yang stabil, sehingga dinamai dengan pita kestabilan. Inti-inti pada daerah tersebut memiliki harga n/p antara 1 (untuk inti-inti ringan) sampai dengan 1,5 (untuk inti-inti besar).

Daerah di atas pita kestabilan adalah daerah dengan harga n/p > 1.  Inti-inti yang berada pada daerah ini bersifat tidak stabil karena kelebihan jumlah netron.  Inti-inti jenis ini akan berusaha mencapai pita kestabilan dengan cara merubah kelebihan netron menjadi proton, yaitu dengan memancarkan radiasi beta (elektron).

Daerah di bawah pita kestabilan adalah daerah dengan harga n/p < 1.  Inti-inti yang berada pada daerah ini bersifat tidak stabil karena kelebihan jumlah proton.  Inti-inti jenis ini akan berusaha mencapai pita kestabilan dengan cara merubah kelebihan proton  menjadi netron, yaitu dengan memancarkan radiasi beta positif (elektron bermuatan positif) atau dengan cara menangkap elektron dari kulit paling dalam dengan disertai pemancaran sinar-X. 

Bagaimana dengan inti-inti yang berada di luar daerah kestabilan (inti-inti berat, Z>83)?  Inti-inti jenis ini akan mencapai pita kestabilan dengan cara mengurangi bobotnya, yaitu dengan jalan pemancaran partikel alfa. 

Apabila sekali melepaskan partikel alfa belum cukup, maka akan dilakukan pemancaran lagi dan lagi sampai diperoleh inti yang stabil.  Serangkaian peluruhan yang terjadi disebut sebagi deret radioaktif atau derer peluruhan.